Mengenakan seragam batik? Menggambar pola batik? Belajar membatik? Mengadakan acara fashion show batik? Lomba design baju batik? Atau ada kegiatan yang lain?
Sejak batik diakui dunia, batik memang makin dilirik dan menjadi tren busana di semua usia. Apalagi, setelah para designer mengeluarkan pakaian model-model baru dengan motif batik.
Batik yang ada sekarang, kebanyakan merupakan batik yang dicetak dengan mesin atau dibuat dengan cara dicap. Batik jenis ini harganya cukup terjangkau.
Bahkan, di pasar-pasar batik, seperti di Pasar Bringharjo Yogyakarta, Pasar Klewer Solo, Pasar Batik Pekalongan, atau sentra batik di Trusmi Cirebon, harga batik cetak atau cap lebih murah dibanding harga pakaian non batik.
Sedangkan batik tulis yang diakui UNESCO, harganya lumayan tinggi, sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa membeli batik tulis.
Tahukah kamu, kenapa batik tulis harganya tinggi? Ini karena proses membuatnya rumit dan lama.
Proses pertama adalah membuat pola dengan motif-motif tertentu pada selembar kain warna putih. Untuk membuat pola tertentu dibutuhkan seniman batik ahli membuat pola.
Proses ketiga, selesai dibatik, kain dicelupkan pada pewarna tertentu. Kain yang tidak tertutup cairan malam akan terkena warna. Sedangkan garis atau bidang yang tertutup malam atau terkena batik tidak akan terkena warna. Proses membatik dengan canting dan perwarnaan bisa dilakukan berkali-kali sesuai dengan motif yang diinginkan.
Proses keempat, setelah motif yang diinginkan selesai, kain batik dicuci dengan cara tertentu agar cairan malam yang menempel pada kain bisa larut, sehingga muncul motif batik yang diinginkan.
Batik tulis adalah salah satu karya seni bangsa kita yang lahir dari keinginan menampilkan bentuk keindahan.
Kalau kamu membeli batik tulis, itu berarti kamu telah ikut melestarikan karya seni warisan dunia.
Yuk, pakai batik.
Sumber foto: klikunic.com, batikindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar