Perang yang dimaksud adalah Upacara Perang Mekotek. Upacara itu diadakan setiap Hari Raya Kuningan, di Desa Munggu, kabupaten Badung, Bali .
Dulu upacara ini diadakan untuk menyambut armada perang yang melintas di Munggu dalam perjalanan ke medan perang. Upacara ini juga diadakan untuk menyambut pasukan yang menang dalam perang Blambangan.
Sekarang upacara ini dipercaya akan melindungi desa dari bencana. Serta, menjadi perwujudan rasa syukur bahwa semua usaha pertanian penduduk berjalan dengan baik
Memanjat Tombak
Penduduk desa yang menunggu di Pura Dalem itu berusia 12 sampai 60 tahun. Dengan udeng (ikat kepala khas Bali) dan sarung poleng (kotak-kotak hitam putih), setiap penduduk membawa sebatang tombak kayu bulat.
Mereka mengadakan upacara mengucap syukur. Setelah selesai mereka dipecah menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 50 orang.
Ke-50 orang ini jalan bersama-sama sambil membawa tombak mereka. Di setiap pertigaan mereka berhenti dan menyatukan ujung tombak sampai membentuk seperti kerucut.
Dua atau tiga pemuda akan memanjat kerucut tombak itu. Sesampainya di atas mereka akan berseru-seru seakan sedang mengomando pasukan. Seru sekali tampaknya! Padahal memanjat tombak kayu itu enggak mudah, lo.
Uniknya, nama Mekotek diambil dari suara yang ditmbulkan tombak-tombak kayu yang beradu. Yaitu tek…tek…tek…
Setelah sampai atas, kerucut tombak satu kelompok akan dimiringkan dan ditabrakkan dengan kerucut tombak kelompok lainnya. Pemuda-pemuda yang bertengger di puncak kerucut tombak harus berusaha keras menjaga keseimbangan. Beberapa tidak berhasil dan terjatuh.
Namun, bukan berarti yang terjatuh atau tidak berhasil sampai puncak lalu dianggap kalah. Dalam upacara ini tidak ada menang atau kalah. Semua orang bersenang-senang di upacara ini, saling menolong jika ada yang terjatuh.
Pawai ke Sumber Air
Selain membawa tombak, benda-benda pura yang dianggap sakral juga dibawa berpawai. Seluruh peserta Upacara Mekotek itu mengiringi benda-benda itu sampai ke sumber air. Di sana, benda-benda sakral itu akan dicuci bersih.
Seru sekali, ya, upacara ini. Kalau kamu ke Bali pada hari raya Kuningan, jangan lupa menyaksikannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar