Wow,
indahnya jembatan ini! Siapa yang tahu, dimana letak jembatan indah
ini? He he he, banyak yang enggak percaya, kalau jembatan ini terletak
di Teluk Palu, Sulawesi Tengah
.
Kota Palu adalah ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Bila kita naik pesawat, sebelum mendarat di Bandara Internasional Mutiara
, kita dapat menikmati indahnya kota Palu yang terletak di sebuah lembah
yang subur, dipagari pegunungan yang hijau, dibelah sungai Palu yang
panjang, serta dihiasi pantai dan laut biru Teluk Palu.
Di ujung teluk, tepatnya di muara Sungai Palu, terbentanglah sebuah jembatan lengkung yang menghubungkan jalan lingkar Trans Sulawesi. Dengan dibangunnya jembatan ini, kendaraan yang hendak melintasi Palu tidak perlu masuk kota sehingga mengurangi kepadatan lalulintas di kota.
Selain memperlancar arus lalulintas, keindahan jembatan yang diresmikan Mei 2006 itu, kini menjadi daya tarik baru, sehingga Teluk Palu lebih dikenal di seluruh dunia.
Melintasi jembatan ini pada siang hari, terasa sekali kemegahan konstruksi bangunan dan keindahan arsitekturnya.
Pada malam hari, jembatan yang megah itu berubah menjadi cantik dan
indah dihiasai sorot lampu-lampu kota. Ribuan kendaraan yang melintas di
kiri kanan, seolah mengajaknya bermain berobosan
di antara dua tangan.
Menurut data jembatan dari Kementerian Pekerjaan Umum yang Nesi kutip dari sumber pustaka.pu.go.id , panjang konstruksi jembatan ini seluruhnya 560 meter dan lebar 9 meter.
Jembatan ini dibangun melintasi delta yang sudah lama terbentuk untuk pondasi tiang tengah jembatan. Meski tiangnya dibangun di atas delta, pondasi jembatan ini sangat kokoh karena berada di atas lapisan tanah yang keras pada kedalaman 6 sampai 28 meter.
Jembatan lengkung di kota Palu ini dalam istilah konstruksi jembatan dikenal sebagai model steel tied arch type Nielsen . Tipe jembatan model busur ini, umumnya dibuat untuk keindahan sebagai landmark atau ikon sebuah kota.
Di Indonesia, jembatan lengkung dan panjang seperti ini hanya Palu yang punya. He he he, bangga dong anak Palu! Konon, selain di Palu, jembatan seperti ini hanya terdapat di Jepang dan Prancis. Wow…
Lucunya, jembatan kebanggan warga Palu ini memiliki banyak sebutan. Mau tahu? Di antaranya, ada yang menyebut jembatan Palu 4
karena merupakan jembatan ke-4 yang melintasi Sungai Palu. Ada juga yang menyebut jembatan Ponulele
yang diambil dari nama gubernur Sulawesi Tengah Aminuddin Ponulele. Ada juga yang menyebut jembatan mekdi
karena melengkung dua seperti logo McD. Selain itu, ada pula yang menyebut jembatan kuning
, jembatan lengkung
, jembatan busur
, dan jembatan Talise
karena berdekatan dengan pantai Talise yang membentang sampai ke Teluk Donggala.
Keindahan jembatan lengkung di kota Palu dikagumi semua orang. Kita wajib ikut merawat dan menjaganya. Setuju, kan?
Sumber : blogspot, wordpress, kompasiana, sultengprov.go.id
Di ujung teluk, tepatnya di muara Sungai Palu, terbentanglah sebuah jembatan lengkung yang menghubungkan jalan lingkar Trans Sulawesi. Dengan dibangunnya jembatan ini, kendaraan yang hendak melintasi Palu tidak perlu masuk kota sehingga mengurangi kepadatan lalulintas di kota.
Selain memperlancar arus lalulintas, keindahan jembatan yang diresmikan Mei 2006 itu, kini menjadi daya tarik baru, sehingga Teluk Palu lebih dikenal di seluruh dunia.
Melintasi jembatan ini pada siang hari, terasa sekali kemegahan konstruksi bangunan dan keindahan arsitekturnya.
Menurut data jembatan dari Kementerian Pekerjaan Umum yang Nesi kutip dari sumber pustaka.pu.go.id , panjang konstruksi jembatan ini seluruhnya 560 meter dan lebar 9 meter.
Jembatan ini dibangun melintasi delta yang sudah lama terbentuk untuk pondasi tiang tengah jembatan. Meski tiangnya dibangun di atas delta, pondasi jembatan ini sangat kokoh karena berada di atas lapisan tanah yang keras pada kedalaman 6 sampai 28 meter.
Jembatan lengkung di kota Palu ini dalam istilah konstruksi jembatan dikenal sebagai model steel tied arch type Nielsen . Tipe jembatan model busur ini, umumnya dibuat untuk keindahan sebagai landmark atau ikon sebuah kota.
Di Indonesia, jembatan lengkung dan panjang seperti ini hanya Palu yang punya. He he he, bangga dong anak Palu! Konon, selain di Palu, jembatan seperti ini hanya terdapat di Jepang dan Prancis. Wow…
Keindahan jembatan lengkung di kota Palu dikagumi semua orang. Kita wajib ikut merawat dan menjaganya. Setuju, kan?
Sumber : blogspot, wordpress, kompasiana, sultengprov.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar