Makanan khas Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, ternyata enggak cuma pempek dan kerupuk Palembang. Ada juga Martabak HAR!
Kata orang Palembang, kalau belum makan Martabak HAR, itu artinya
belum ke Palembang. Mmm… Jadi penasaran seperti apa, sih, martabak HAR
itu?
Bentuknya kotak tipis, mirip tempe mendoan besar, ya!
Martabak HAR itu unik. Lihat saja dari bentuknya. Bentuknya tidak
seperti martabak yang biasa kita makan. Bentuknya kotak, sekilas mirip
tempe mendoan yang berukuran besar.
Lalu, intip juga cara pembuatannya. Kalau martabak biasa, telurnya
dikocok-kocok dulu sebelum dituangkan di atas adonan kulitnya, kan? Nah,
Martabak HAR berbeda. Telurnya enggak dikocok-kocok. Telurnya langsung
ditaruh di atas adonan. Biasanya, telurnya dua butir. Plok! Kemudian,
adonan kulitnya dilipat dan digoreng. Sreng!
Plok! Dua butir telur diletakkan langsung di atas adonan kulit martabak.
Setelah selesai digoreng, cara penyajiannya pun berbeda dari martabak
biasa. Martabak HAR itu disiram kuah kental! Qiqiqi… Unik, kan! Kuah
kental itu berisi kentang rebus. Rasa dan aroma kuahnya pun unik, terasa
rempah-rempahnya. Selain kuah, martabak HAR juga disajikan bersama
potongan cabe rawit dan kecap
Martabak HAR sudah ngetop di Palembang sejak sekitar tahun 1947. Nama
pemiliknya Haji Abdul Rozak. Nah, HAR itu singkatan dari nama beliau.
Siap berkenyang ria menyantap martabak HAR?! ^_^
Di Palembang, ada beberapa cabang Martabak HAR. Salah satunya, di Jl.
Jenderal Sudirman. Kalau ke sana, jangan lupa, pilih martabaknya mau
pakai telur ayam atau telur bebek. Apapun telurnya, tetap mantap, kok.
Eits, jangan kaget, sepiring martabak untuk satu orang, lo. Wuidih…
Selamat berkenyang ria!
(lita)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar