Nenek moyangku orang pelaut gemar mengarung luas samudra menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa....heheeh :D
Sepotong lagu itu mengingatkan aku dengan pelaut! Yah, benar, dahulu bangsa ini memang pelaut.
Nah, salah satunya adalah KRI Banjarmasin 592.
Siang itu, aku senang sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki di KRI Banjarmasin.
Kapal itu begitu besar. Aku seperti semut kecil saat berdiri di dekatnya.
KRI Banjarmasin sedang berlabuh di Pelabuhan Militer Tanjung Priok, Jakarta Utara. Biasanya, kapal ini bisa ditemukan di Surabaya.
Ah, tanpa pikir panjang, aku segera menjelajahi isi kapal yang panjangnya mencapai 125 m dengan lebar sebesar 22 m. Luas sekali kapal ini!
Naik ke dek selanjutnya ada dek ketiga untuk aplikan TNI dan pasukan. Kebayang, enggak, kalau helikopter bisa masuk ke KRI Banjarmasin? Nah, dek keempat inilah tempat untuk helikopter.
Kapal ini pernah mengangkut dua helikopter saat mengarungi lautan! Ckckckck, hebat!Eh, selain untuk helikopter, dek ini adalah bagian terbuka dari kapal. Jadi, aku bisa melihat langit biru di atas laut dan pemandangan di luar kapal
Petualangan berlanjut ke dek yang kelima yaitu dek perwira kemudian ada juga dek anjungan kolom radio, lalu dek pusat informasi tempur dan terakhir dek isyarat.
Di dalam kapal ini, aku harus naik tangga untuk mencapai dek-dek itu. Hmm, sudah enggak kehitung berapa anak tangga yang kulewati. Hehehe... Siap-siap ngos-ngos an, yah!
Aku penasaran sekali dengan ruang kontrol yang ada di kapal ini. Hmm, kalau di pesawat terbang, itu namanyaruang cocpit (ruangan untuk pilot beroperasi).
Waah, ruangan sistem ini luas sekali! Alat-alatnya lengkap! Ada GPS, radar yang membantu untuk menemukan lokasi. Ada juga meta digital untuk mengetahui cuaca. Semua alat itu sudah memenuhi standar internasional.
Di tengah-tengah kecanggihan alat-alat itu, aku melihat ada sebuh lonceng yang tergantung. Oh, rupanya lonceng ini merupakan tradisi internasional yang ada di setiap kapal.
Lonceng itu menandakan waktu dan akan dibunyikan setiap jam. Hmm, jadi, fungsinya hampir sama sebagai alarm, hehehe kalau sudah ada lonceng ini berarti sudah enggak ada alasan bagi prajurit-prajurit untuk bisa terlambat!
Pengalaman seru yang tak terlupakan. Aku semakin kagum dengan Angkatan Laut Indonesia. Meskipun hanya memasuki KRI Banjarmasin, aku bisa merasakan rasa bangga terhadap bangsaku.
Aha, mungkin di lain hari nanti, aku bisa ikut berlayar, mengarungi samudera, menjelajahi benua bersama para prajurit Indonesia. Ah, semoga saja!
Sumber: kidnesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar