Tangkahan masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Letaknya di Desa Namo Sialang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Kira-kira 7-8 jam dari Medan, ibukota provinsi Sumut.
Perjalanan ke sana memang berat. Soalnya jalan banyak yang rusak. Bayangkan, 7-8 jam duduk terguncang-guncang di dalam mobil. Ditambah cuaca panas Sumatera yang menggigit. Uuufh…
Tangkahan itu berupa hutan yang masih alami. Pemandangannya indah sekali!
Objek wisata andalannya adalah air terjun, pemandian air panas, gua-gua, hutan, dan sungai. Sungai-sungai di Tangkahan airnya jernih dan sejuk, lo. Pasti rasanya segar sekali main air di sana.
Di Tangkahan, ada jalur melintasi hutan untuk keluarga. Jalurnya enggak terlalu sulit, kok. Tentunya kalau mau yang menantang juga ada. Menyusuri gua atau berarung jeram di sungai dengan ban dalam saja! Wuiii… serunya!
Bersenang-senang di Pantai Kupu-Kupu
Nah, satu lagi keunikan Tangkahan. Yaitu, Pantai Kupu-Kupu. Bayangkan, sebuah pantai yang dipenuhi ratusan kupu-kupu yang berterbangan beraneka warna. Serasa di dalam dongeng, ya!
Untuk sampai ke Pantai Kupu-Kupu kita harus menyeberangi sungai dengan sampan kecil. Tentunya kita harus ditemani jagawana hutan. Sungai itu pertemuan dua anak sungai, Sungai Batang Serangan dan Sungai Buluh.
Uniknya, kupu-kupu di pantai itu hanya muncul pada pukul 06:00 pagi. Kalau kita sampai sebelum atau sesudah waktu itu, huuuks… kupu-kupunya tidak ada!
Yap, inilah sekilas tentang Tangkahan dan harta karunnya. Ingat, kekayaan alam itu harta karun tak ternilai. Kalau kamu ke sana, ikut jaga harta karun itu, yaa! (dikha/dari berbagai sumber/foto:wordpress, blogspot, gunungleuser.or.id)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar